Angka utama per September 2026
Kolom kanan adalah median 225 BPR yang asetnya sekelas (Rp100 – 250 miliar) pada periode yang sama, sekadar sebagai pembanding.
| Angka | BPR RONABASA | Median sekelas |
|---|---|---|
| Total aset | Rp 121,67 miliar | Rp 141,60 miliar |
| Kredit yang disalurkan | Rp 101,70 miliar | Rp 102,21 miliar |
| Tabungan dan deposito | Rp 77,19 miliar | Rp 101,21 miliar |
| Laba bersih Januari–September | Rp 11,11 miliar | Rp 1,71 miliar |
| Modal inti | Rp 33,04 miliar | Rp 20,43 miliar |
| NPL gross (kredit bermasalah) | 8,86% | 9,50% |
| CAR (rasio modal) | 42,35% | 29,60% |
| BOPO (beban terhadap pendapatan) | 71,64% | 86,32% |
| ROA (laba terhadap aset) | 12,88% | 1,86% |
| LDR (kredit terhadap simpanan) | 133,77% | 97,72% |
| Cash ratio (uang siap bayar) | 16,92% | 15,63% |
Catatan data
Bank ini menyerap BPR Ganda Lata, BPR Hara Lata, BPR Suar Data, BPR Paro Dana, BPR Paro Laba, BPR Paro Tua, BPR Pelangi pada Juni 2026. Kenaikan aset sesudah tanggal itu sebagian berasal dari penggabungan, dan pertumbuhan setahun di atas tidak bisa dibandingkan secara bermakna.
Deret 8 triwulan
| Periode | Aset | Kredit | NPL | CAR | BOPO | ROA |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Desember 2024 | Rp 34,57 miliar | Rp 27,72 miliar | 7,84% | 37,46% | 77,27% | 8,00% |
| Maret 2025 | Rp 35,18 miliar | Rp 28,58 miliar | 7,84% | 37,46% | 77,27% | 8,00% |
| Juni 2025 | Rp 35,69 miliar | Rp 31,68 miliar | 8,92% | 32,92% | 68,94% | 14,10% |
| September 2025 | Rp 39,14 miliar | Rp 32,80 miliar | 8,34% | 33,80% | 65,27% | 16,01% |
| Desember 2025 | Rp 37,57 miliar | Rp 33,09 miliar | 8,14% | 42,95% | 70,12% | 13,95% |
| Maret 2026 | Rp 39,30 miliar | Rp 34,33 miliar | 9,36% | 43,93% | 77,70% | 13,09% |
| Juni 2026 | Rp 120,81 miliar | Rp 106,76 miliar | 8,74% | 38,08% | 68,70% | 23,86% |
| September 2026 | Rp 121,67 miliar | Rp 101,70 miliar | 8,86% | 42,35% | 71,64% | 12,88% |
Arti angka-angka ini
- NPL gross: bagian kredit yang pembayarannya tidak lancar. NPL 10% berarti dari setiap seratus rupiah yang dipinjamkan, sepuluh rupiah tidak kembali sesuai jadwal.
- CAR: modal pemilik dibanding aset yang berisiko, penyangga kalau kredit macet harus dihapus. Batas minimum untuk BPR 12%. Pada bank beraset kecil angka ini cenderung tinggi karena asetnya kecil, bukan karena modalnya besar.
- BOPO: beban operasional dibanding pendapatan operasional. BOPO 90% berarti untuk mendapat seratus rupiah pendapatan, bank mengeluarkan sembilan puluh rupiah.
- ROA: laba sebelum pajak dibanding total aset, disetahunkan.
- LDR: kredit yang disalurkan dibanding dana pihak ketiga.
- Cash ratio: bagian dana yang siap dibayarkan kalau penyimpan menarik uangnya hari itu juga.
- Modal inti: modal disetor dan cadangan, direkonstruksi dari neraca. Setiap BPR wajib bermodal inti paling sedikit Rp6 miliar.
Penilaian lengkap
Halaman ini hanya memuat angka. Skor, peringkat di antara bank sekelas, enam belas indikator, dan riwayatnya ada di matriks IDEAL, gratis tanpa mendaftar. Cara kami menghitungnya dijelaskan di halaman metodologi.
Batas angka ini
- Semua angka berasal dari laporan publikasi triwulanan yang diterbitkan bank ini sendiri lewat OJK (cfs.ojk.go.id). Laporan triwulanan tidak diaudit dan bisa direvisi.
- IDEAL bukan OJK. Angka di sini bukan Tingkat Kesehatan resmi dan bukan rekomendasi untuk menyimpan atau menarik dana.
- Simpanan di BPR dijamin LPS sampai Rp2 miliar per nasabah per bank, selama tercatat di pembukuan bank dan bunganya tidak melebihi tingkat bunga penjaminan.
Kalau angka di halaman ini berbeda dengan laporan publikasi bank, jalur koreksi dan hak jawab ada di halaman metodologi.