NPL naik 3,08 poin sejak Desember 2024
Kami menghitung NPL gross median dari seluruh BPR yang menerbitkan laporan publikasi di setiap periode, dari Desember 2024 sampai Juni 2026.
Laporan publikasi BPR, OJK; diolah IDEAL
| Periode | BPR pelapor | NPL gross median | Selisih |
|---|---|---|---|
| Desember 2024 | 1.352 | 11,14% | — |
| Maret 2025 | 1.343 | 12,43% | +1,29 |
| Juni 2025 | 1.336 | 13,67% | +1,24 |
| September 2025 | 1.323 | 13,89% | +0,22 |
| Desember 2025 | 1.308 | 12,43% | −1,46 |
| Maret 2026 | 1.292 | 13,96% | +1,53 |
| Juni 2026 | 1.249 | 14,22% | +0,26 |
Dari awal sampai akhir, NPL median naik 3,08 poin persen dalam enam triwulan.
NPL gross adalah porsi kredit yang pembayarannya tidak lancar. NPL 14,22 persen berarti dari setiap seratus rupiah yang dipinjamkan bank, sekitar empat belas rupiah tidak kembali sesuai jadwal. Median itu angka tengah: separuh bank ada di atasnya, separuh lagi di bawahnya. Jadi angka ini menggambarkan bank yang posisinya persis di tengah, bukan rata-rata yang bisa terseret segelintir bank dengan angka ekstrem.
Cara kami menghitung
IDEAL bukan OJK dan bukan lembaga pengawas. Bahan kami adalah laporan publikasi triwulanan yang diterbitkan setiap BPR lewat cfs.ojk.go.id. Laporan itu terbuka untuk siapa saja, dan Anda bisa mengunduhnya sendiri untuk mengecek angka mana pun di artikel ini.
Pekerjaan kami cuma merapikan: semua laporan kami unduh, formatnya kami seragamkan, lalu kami simpan berderet per triwulan. Untuk tahu keadaan satu bank, siapa pun cukup mengunduh satu berkas. Untuk tahu keadaan seribu dua ratus bank sekaligus, cara itu tidak mungkin, dan untuk itulah deret ini kami susun.
Skor dan predikat yang kami hitung bukan Tingkat Kesehatan resmi OJK.
NPL selalu turun di bulan Desember
Garisnya tidak naik terus. Ada satu titik yang turun, dan letaknya tidak kebetulan.
Pada Desember 2025 NPL median turun 1,46 poin dari September 2025. Tiga bulan kemudian, pada Maret 2026, angkanya naik lagi 1,53 poin, lebih tinggi daripada sebelum turun. Desember 2024, titik awal deret ini, juga angka paling rendah di seluruh tabel.
Keduanya jatuh di bulan Desember. Orang yang mengurus bank biasanya menjelaskannya begini: hapus buku dan penyelesaian kredit macet banyak dikerjakan menjelang tutup tahun, karena posisi Desember yang diperiksa akuntan publik dan dipakai untuk laporan tahunan. Kredit macet yang dihapus buku tidak dihitung lagi sebagai NPL, walaupun tagihannya belum tentu lunas.
Batasnya kami sebut sekarang juga: deret ini baru memuat dua kali Desember. Dua kejadian belum cukup untuk menyebutnya pola musiman. Yang bisa kami katakan baru sebatas ini: dua tahun berturut-turut, angka Desember lebih rendah daripada triwulan sebelum dan sesudahnya. Itu perlu diingat setiap kali membandingkan angka antarperiode. Membandingkan Desember dengan Desember lebih aman daripada Desember dengan Maret.
Bank yang berhenti melapor, NPL-nya lebih tinggi
Jumlah BPR pelapor di tabel turun dari 1.352 ke 1.249. Selisih itu tidak sama dengan jumlah bank yang tutup, dan kami tidak akan menyebutnya begitu. Ada bank yang belum menerbitkan laporan pada periode itu, ada yang merger, ada juga yang memang berhenti beroperasi. Untuk memilahnya, setiap bank harus dicek satu per satu ke sumber resmi, dan pekerjaan itu tidak kami lakukan untuk artikel ini.
Tapi ada satu hal yang bisa dihitung tanpa memilahnya dulu: keadaan bank-bank itu saat terakhir kali melapor.
Antara Maret dan Juni 2026, ada 43 BPR yang tidak lagi muncul di laporan publikasi. Supaya sebanding, kedua kelompok kami ukur pada posisi Maret 2026, periode terakhir 43 bank itu masih melapor:
- NPL gross median 43 bank yang kemudian berhenti melapor: 17,93%
- NPL gross median 1.249 bank yang terus melapor: 13,86%
Selisihnya lebih dari empat poin. Bank yang hilang dari daftar umumnya membawa kredit bermasalah lebih banyak daripada bank yang bertahan.
Akibatnya, angka 14,22 persen itu dihitung dari bank yang tersisa, dan kelompok ini terlihat lebih sehat justru karena bank yang lebih buruk sudah keluar. Seandainya 43 bank tadi masih melapor, median Juni 2026 hampir pasti lebih tinggi.
Jadi kenaikan 3,08 poin itu tidak dilebih-lebihkan. Itu angka paling hati-hati yang bisa kami sebut.
Pembaruan, 18 Oktober 2026
Ke-43 bank itu kini sudah kami pilah satu per satu: 37 dilebur ke BPR lain, hanya 6 yang berhenti karena sebab lain. Kredit bermasalah 37 bank itu tidak keluar dari industri, tapi pindah ke neraca bank penerimanya, yang masih kami hitung. Angka 17,93 persen tetap benar. Yang tidak tepat adalah tafsiran bahwa bank yang lebih buruk sudah keluar dari daftar; penurunan jumlah bank di periode itu sebagian besar karena penggabungan. Rinciannya ada di artikel tentang BPR yang dilebur.
Batas data ini
- Semua angkanya berasal dari laporan yang diterbitkan bank sendiri. Kalau ada
yang salah di laporannya, bacaan kami ikut salah. Laporan triwulanan juga tidak diaudit. Yang lazim diperiksa akuntan publik cuma posisi Desember, justru periode yang turunnya kami bahas di atas.
- Bank yang dihitung berbeda di setiap periode. Median Desember 2024 berasal
dari 1.352 bank, median Juni 2026 dari 1.249 bank. Selisih keduanya ikut memuat perubahan anggota kelompok, bukan cuma perubahan keadaan bank. Perbandingan bank per bank akan lebih ketat, dan itu pekerjaan tersendiri.
- Bukan cuma kredit macet yang memburuk. Pada periode yang sama, [340 dari
1.249 BPR mencatat beban operasional melebihi pendapatannya](/kabar/bopo-di-atas-seratus). Kedua angka itu berkaitan, tapi artikel ini tidak menguji mana yang lebih dulu.
- NPL gross belum memperhitungkan cadangan. Bank yang sudah mencadangkan penuh
kredit macetnya keadaannya jauh berbeda dari bank yang belum, meskipun NPL gross keduanya sama.
- Dua kali Desember belum membuktikan pola musiman. Sudah kami sebut di atas,
dan kami ulang di sini supaya tidak terbawa jadi kesimpulan.
- Di artikel ini tidak ada satu pun nama bank, termasuk 43 bank yang
berhenti melapor. Tidak melapor satu periode tidak membuktikan apa pun soal keadaan sebuah bank. Menyebut namanya di sebelah angka 17,93 persen akan terbaca sebagai tuduhan tanpa dasar.
Catatan untuk pengurus BPR
Median berguna untuk melihat arah industri, tapi tidak bercerita apa pun soal satu bank. NPL antar-BPR berbeda jauh, dan sebagian besar bank sama sekali tidak dekat dengan angka median.
Bagi pengurus bank, ada dua hal yang jauh lebih berguna: posisi bank Anda dibanding bank sekelas aset di wilayah pengawasan yang sama, dan arah NPL bank Anda sendiri dalam lima triwulan terakhir. Dua bank dengan NPL yang sama bisa berbeda jauh keadaannya kalau yang satu sedang turun dan yang lain sedang naik.
Matriks IDEAL menyajikan keduanya untuk setiap BPR pelapor, dan semua isinya bisa dibuka gratis tanpa akun. Cara menghitungnya, termasuk setiap ambang dan bobot, bisa dibaca utuh di halaman metodologi.
Kalau ada angka yang menurut Anda keliru, sampaikan lewat jalur koreksi dan hak jawab. Setiap koreksi kami cocokkan dengan laporan publikasinya.
IDEAL adalah alat analisis independen berbasis laporan publikasi OJK (cfs.ojk.go.id), bukan Tingkat Kesehatan (TKS) resmi OJK, bukan rekomendasi penempatan dana, dan bukan jaminan atas kondisi BPR mana pun. Angka yang dikutip di artikel ini berasal dari laporan yang bank publikasikan sendiri dan dapat ditelusuri ulang oleh siapa pun. Keberatan atau hak jawab: lihat Koreksi & hak jawab.


