Industri memburuk, sebagian bank membaik
Kalau seluruh BPR dihitung bersama, median kredit macetnya naik tiga poin dalam enam triwulan. Angka itu benar, tapi itu angka seluruh industri, bukan angka satu bank.
Di industri yang sama ada bank yang terus membaik, dan membaiknya konsisten. Artikel ini membahas bank-bank itu.
Kami mencari dua hal di deret tujuh triwulan: bank yang NPL gross-nya turun empat triwulan berturut-turut tanpa putus, dan bank yang BOPO-nya turun empat triwulan berturut-turut tanpa putus. Syarat "tanpa putus" itu berat. Sekali saja angkanya memburuk dalam satu triwulan, rentetannya putus dan bank itu tidak masuk daftar.
Cara kami memilih nama
Kami tidak menyebut nama bank sembarangan. Aturannya satu: nama bank hanya kami sebut untuk kabar baik.
Dari hitungan pertama, ada 68 bank yang NPL-nya turun beruntun dan 69 bank yang BOPO-nya turun beruntun. Sebagian besar tidak masuk artikel ini, dan alasannya penting.
Ada bank yang NPL-nya turun dari 65 persen ke 43 persen selama enam triwulan. Arahnya membaik, dan itu kabar bagus untuk bank itu. Tapi kalau namanya kami sebut di artikel yang bisa dibaca nasabahnya, sama saja kami mengumumkan angka 43 persen tadi. Itu tidak akan kami lakukan.
Karena itu daftar pertama kami saring lagi dengan satu syarat: bank itu harus lolos seluruh gerbang kehati-hatian IDEAL pada posisi Juni 2026. Gerbang menguji hal yang tidak boleh tertutupi angka bagus di tempat lain, misalnya kredit macet yang lebih besar daripada kemampuan modal untuk menanggungnya, beban operasional yang jelas merugi, pendanaan yang rapuh, dan cadangan yang kurang. Rinciannya bisa dibaca di bagian gerbang di halaman metodologi.
Setelah disaring, tersisa 30 bank. Semuanya bersih pada periode ini, jadi menyebut nama mereka tidak membuka keadaan buruk siapa pun.
Satu catatan yang perlu dibaca bersama daftarnya: ini keadaan per Juni 2026, bukan untuk selamanya. Bisa saja ada bank yang keluar dari daftar ini pada rilis berikutnya, dan itu biasa. IDEAL juga bukan OJK. Gerbang dan skor di sini adalah bacaan kami atas laporan publikasi, bukan Tingkat Kesehatan resmi.
NPL yang turun tanpa putus
Kolom NPL gross dimulai dari awal rentetan, bukan dari periode paling awal di data kami. Dengan begitu, bank yang sempat memburuk lebih dulu tidak tampil seolah membaik terus sejak awal.
| BPR | KR | NPL gross | Rentetan |
|---|---|---|---|
| Prima Nadi | KR3 | 18,29% → 5,27% | 6 triwulan |
| Kancana Dewata Mahadhana | KR3 | 15,57% → 1,51% | 4 triwulan |
| Sentral Ekonomi Nusantara | KR3 | 11,64% → 6,25% | 4 triwulan |
| Wijaya Mulya Sentosa | KR4 | 11,59% → 3,17% | 5 triwulan |
| Amerta Sari | KR3 | 11,03% → 5,87% | 4 triwulan |
| Maroba Ite | KR5 | 8,81% → 4,59% | 6 triwulan |
| Bank Brebes (Perseroda) | KR4 | 8,41% → 4,95% | 6 triwulan |
| Sandi Raya Utama | KR3 | 7,88% → 1,97% | 4 triwulan |
| Sari Wira Tama | KR3 | 7,75% → 3,13% | 4 triwulan |
| Prima Mulia Anugrah | KR5 | 6,89% → 4,85% | 5 triwulan |
| Sanggam Cipta Sejahtera Balangan | KR1 | 6,41% → 4,06% | 6 triwulan |
| Datagita Mustika | KR2 | 5,23% → 0,87% | 4 triwulan |
| Lingga Sejahtera | KR1 | 3,67% → 0,99% | 4 triwulan |
| Indra Candra | KR3 | 3,41% → 2,45% | 4 triwulan |
| Danamas Simpan Pinjam | KR5 | 1,43% → 0,18% | 6 triwulan |
Penurunan paling tajam dicatat Kancana Dewata Mahadhana. Pada Juni 2025, saat rentetannya dimulai, NPL gross bank itu 15,57 persen: dari setiap seratus rupiah yang dipinjamkan, lebih dari lima belas rupiah tidak kembali sesuai jadwal. Empat triwulan kemudian angkanya tinggal 1,51 persen.
Aset bank ini Rp 33 miliar, masuk kelas terkecil kedua. Di bank sekecil itu, perbaikan sebesar ini bisa datang dari beberapa jalan sekaligus: penagihan yang berhasil, restrukturisasi, hapus buku, atau kredit baru yang ikut memperbesar angka pembaginya. Laporan publikasi tidak memisahkan keempatnya, jadi kami tidak bisa menyebut mana yang terjadi.
Di ujung bawah tabel ada Danamas Simpan Pinjam, yang NPL-nya turun dari 1,43 persen ke 0,18 persen selama enam triwulan. Memperbaiki angka yang sudah bagus memang tidak seru dibaca. Tapi bank beraset Rp 502 miliar yang arahnya terjaga enam triwulan berturut-turut tidak sampai di sana dengan sendirinya.
BOPO yang turun dari 216 persen
BOPO membandingkan beban operasional dengan pendapatan operasional. BOPO 216 persen berarti untuk mendapat seratus rupiah pendapatan, bank itu mengeluarkan dua ratus enam belas rupiah.
| BPR | KR | BOPO | Rentetan |
|---|---|---|---|
| Berkat Artha Melimpah | KR1 | 216,71% → 81,52% | 6 triwulan |
| Abdi Warga Mulia | KR3 | 155,91% → 64,63% | 5 triwulan |
| Budi Intidana Sentosa | KR1 | 119,04% → 66,25% | 6 triwulan |
| Dana Mandiri | KR5 | 110,47% → 82,16% | 5 triwulan |
| Surya Arthaguna Abadi | KR3 | 107,95% → 83,16% | 5 triwulan |
| Naga | KR3 | 102,58% → 85,95% | 5 triwulan |
| Sari Wira Tama | KR3 | 98,40% → 76,77% | 5 triwulan |
| Mayun Utama Perdana | KR3 | 92,13% → 84,52% | 5 triwulan |
| Raga Jayatama | KR3 | 85,83% → 83,11% | 4 triwulan |
| Bank Klaten (Perseroda) Kabupaten Klaten | KR4 | 82,79% → 77,68% | 5 triwulan |
| Tapa | KR3 | 79,53% → 74,37% | 5 triwulan |
| Ekadharma Bhinaraharja | KR3 | 79,29% → 73,58% | 4 triwulan |
| Dhanatani Cepiring | KR4 | 78,05% → 70,82% | 4 triwulan |
| Sumberdhana Anda | KR3 | 68,98% → 56,89% | 5 triwulan |
| Lipatganda | KR1 | 67,40% → 63,35% | 5 triwulan |
| Hoki | KR3 | 64,16% → 56,08% | 5 triwulan |
Berkat Artha Melimpah memulai rentetannya pada Desember 2024 dengan BOPO 216,71 persen, dan pada Juni 2026 angkanya 81,52 persen. BOPO bank ini turun enam triwulan berturut-turut tanpa sekali pun naik.
Baris kedua malah lebih menarik. Abdi Warga Mulia asetnya Rp 24 miliar, jadi masuk kelas aset terkecil. Di kelas itu median BOPO-nya malah di atas seratus persen, dan lebih dari separuh banknya beroperasi rugi. BOPO Abdi Warga Mulia turun dari 155,91 persen ke 64,63 persen, jauh di bawah median seluruh industri yang 89,11 persen.
Jadi bank kecil tidak ditakdirkan ikut angka kelasnya. Angka kelas cuma menunjukkan kecenderungan kelompok, dan di dalam kelompok yang sama, keadaan tiap bank bisa berbeda jauh.
Ada satu nama yang muncul di kedua tabel. Sari Wira Tama memperbaiki NPL dan BOPO sekaligus, masing-masing empat dan lima triwulan berturut-turut.
Batas data ini
Ada beberapa hal yang wajib kami sebut.
- Rentetan bukan ramalan. Empat triwulan membaik tidak menjamin triwulan
berikutnya ikut membaik. Tabel di atas menunjukkan yang sudah terjadi, bukan yang akan terjadi.
- Kami tidak tahu sebabnya. Laporan publikasi memuat hasil, bukan alasan. NPL
bisa turun karena penagihan, restrukturisasi, hapus buku, atau kredit baru yang memperbesar angka pembaginya. Bagi sebuah bank, keempatnya berarti hal yang sangat berbeda, dan laporan publikasi tidak memisahkannya.
- Satu rasio yang membaik belum berarti banknya sehat di semua sisi. Kami
cuma memeriksa dua rasio dan status gerbang. Bank yang sama bisa saja punya persoalan lain yang tidak terlihat dari dua kolom itu.
- Angkanya berasal dari laporan yang diterbitkan bank sendiri, dan laporan
triwulanan tidak diaudit. Kalau laporannya keliru, bacaan kami ikut keliru.
- Daftar ini berlaku untuk satu periode. Semua bank di sini lolos gerbang pada
posisi Juni 2026. Rilis berikutnya bisa mengubahnya, dan kalau berubah, bukan berarti daftar ini dulu salah.
- Bank yang tidak ada di daftar ini belum tentu tidak membaik. Rentetan
seperti ini kami temukan di 127 bank. Sebanyak 97 di antaranya tidak kami masukkan karena masih ada gerbang yang belum mereka lewati. Sebagian dari 97 bank itu justru sedang berbenah besar-besaran, dan karena itulah namanya tidak kami sebut.
Cek posisi bank Anda
Rentetan seperti di atas bisa dilihat siapa saja, asal laporan publikasi tujuh triwulan sudah tersusun berderet. Yang merepotkan adalah menyusunnya kalau dikerjakan sendiri.
Matriks IDEAL menampilkan tren lima triwulan setiap indikator untuk setiap BPR pelapor, lengkap dengan posisinya dibanding bank sekelas aset di wilayah pengawasan yang sama. Tidak perlu mendaftar untuk membukanya. Daftar BPR yang lolos seluruh gerbang kehati-hatian ada di BPR IDEAL Terbaik.
Kalau ada angka yang menurut Anda keliru, termasuk angka bank Anda sendiri di daftar ini, sampaikan lewat jalur koreksi dan hak jawab. Kami akan mengeceknya ke laporan publikasi bank itu.
IDEAL adalah alat analisis independen berbasis laporan publikasi OJK (cfs.ojk.go.id), bukan Tingkat Kesehatan (TKS) resmi OJK, bukan rekomendasi penempatan dana, dan bukan jaminan atas kondisi BPR mana pun. Angka yang dikutip di artikel ini berasal dari laporan yang bank publikasikan sendiri dan dapat ditelusuri ulang oleh siapa pun. Keberatan atau hak jawab: lihat Koreksi & hak jawab.


